Resume buku The 7 Habbits of Highly Effective People
Nama : Nira Nurliani
Kelas/Prodi : 2A S1 Keperawatan
Nim : C1AA18081
Mata Kuliah : PMK [Pendidikan Moral dan Karakter]
The 7 Habbits Of Highly Effective People
Buku The 7 habbits Of Highly Effective People ini adalah sebuah buku karya Stephen R. Covey yang dapat menginsprasi kita, sebuah buku pengembangan diri. Buku ini menceritakan tentang 7 kebiasaan yang paling efektif pada seseorang yang dapat menjadikan seseorang tersebut mencapai mimpinya atau sukses dan berhasil. Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1989
Mari kita ulas tujuh kebiasaan yang paling efektif :
Tiga kebiasaan yang pertama mengarahkan kita dari ketergantungan menuju kemandirian :
1. Menjadi Proaktif (Be Proaktif)
Bersikap proaktif adalah lebih dari sekedar mengambil inisiatif. Proaktif artinya bertanggung jawab atas perilaku kita sendiri (pada masa lalu, masa sekarang ataupun masa yang akan datang), dan membuat pilihan berdasarkan prinsip serta nilai ketimbang pada kondisi atau keadaan. Orang proaktif adalah pelaku perubah dan tidak bersikap reaktif dan tidak menyalahkan orang lain. Kita sebagai manusia memiliki akal untuk bersika negatif ataupun sebaliknya bersika positif terhadap keadaan sekeliling kita. Kita bisa melakukan ini dengan mengembangkan karunia yang diberi Tuhan kepada manusia yaitu manusia yang unik, kesadaran diri, hati nurani, imajinasi, dan menciptakan perubahan. Menjadi daya pendorong kreatif dalam hidup kita sendiri adalah keputusan paling mendasar yang bisa diambil setiap orang. Inti dari ini yaitu kita harus bertanggung jawab terhadap hidup kita dan bersikap positif.
2. Merujuk Pada Tujuan Akhir (Begin With The End In Wind)
Maksud dari ini adalah temukan diri dan klarifikasi nilai-nilai karakter dan tujuan hidup kira yang sangan penting. Gambarkan atau bayangkan karakterisitik ideal untuk setiap peran yang berbeda dan hubungan dalam hidup kita. Mulai dengan mengingat tujuan akhir kita adalah cara bagaimana kita mendapatkan gambaran yang jelas mau dibawa kemana hidup ini. Kebiasaan ini akan memerintahkan kita untuk menentukan kemana kita akan menuju. Dalam hidup kita memiliki banyak jalan untuk melalukan sesuatu dan menentukan kemana kita akan berjalan.
3. Dahulukan yang Utama ( Firts Things Firts)
Mendahulukan yang utama adalah soal merencanakan, memprioritaskan dan mengatur waktumu sehingga yang penting di dahuluka, tidak di tuda-tunda. Jadi kita memfokuskan perhatiannya pada apa yang paling penting, entah mendesak ataupun tidak. Intinya adalah memastikan yang diutamakam adalah hal yang utama.
Tiga kebiasaan selanjutnya yaitu apa yang harus dilakukan untuk menuji kemenangan.
4. Berpikir Menang-Menang (Think Win-Win)
Kita benar benar berusaha untuk mencapai solusi atau perjanjian saling menguntungkan dalam hubungan. Nilai dan hormati orang lain dengan memahami bahwa “Kemenangan” untuk semua orang adalah suatu resolusi jangka panjang yang lebih baik dari pada jika hanya satu orang saja yang telah mendapatkan keinginannya. Intinya menang-menang berarti kesepakatan atau solusi memberikan keuntungan kepuasan yang timbal balik. Dengan ini semua pihak merasa senang dengan keputusannya.
5. Berusahalah untuk Mengerti Orang lain Dahulu, Baru Kemudian Dimengerti ( Seek First to Understand and Then to be Understood)
Pakailah cara mendengarkan dengan empati agar dapat benar-benar dipengaruhi orang lain, yang akan mendorong mereka untuk mendengarkan kita dan berpikir terbuka untuk dapat kita pengaruhi. Ini bisa menciptakan suasana kepedulian, menghormati, dan pemecahan masalah secara postif. Intinya yaitu kita berusaha mengerti terlebih dahulu untuk dimengerti.
6. Wujudkan Sinergi (Synergize)
Sinergi adalah inti dari kepemimpinan yang berpusat pada prinsip. Sinergi berfungsi sebagai katalisator atau pengantar, menyatukan dan melepaskan kekuatan terbesar dalam diri manusia. Semua kebiasaan yang sudah kita bahas menyiapkan kitu untuk menciptakan sinergi. Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga tujuan tidak ada satu orangpun bisa melakkannya sendiri. Bentuk-bentuk tertinggi sinergi memfokuskan anugerah manusia yang unik dan keterampilam komunikasi empatik pada tantangan terbesar yang kita hadapi dalam hidup.
Kebiasaan terakhir berkaitan dengan peremajaan diri
7. Asahlah Gergaji ( Sharpen The Saw)
Ini adalah soal memperbaharui diri terus-menerus dalam keempat bidang kehidupan berdasarkan fisik, sosial/emosional, mental, dan rohani. Kebiasaan ini yang dapat meningkatkan kapasitas untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya. Kita harus menyeimbakan dan memperbaharui sumber daya, energi, dan kesehatan kita untuk menciptakan gaya hidup yang berkelanjutan, jangka janjang dan efektif.
Mari kita singkat :
1. Jadilah proaktif, bertanggung jawablah atas hidupmu
2. Merujuk pada tujuan akhir, mulailah dengan mengingat-ngingat tujuan akhirmu. Definisikanlah misi dan visimu
3. Dahulukan yang utama, susunlah prioriras dan dahulukan hal-hal yang penting
4. Berpikir menang-menang, bersikaplah agar semua orang biasa menang
5. Berusaha memahami terlebih dahulu dari di pahami, jadilah pendengar yang baik dan tulus agar dimengerti
6. Wujudkan Sinergi, Menggabungkan kekuatan dari beberapa orang melalui kerjasama tim yang positif, sehingga tujuan tidak ada satu orangpun bisa melakkannya sendiri
7. Asahlah Gergaji, memperbaharui diri terus-menerus dan Kebiasaan ini yang dapat meningkatkan kapasitas untuk menerapkan kebiasaan-kebiasaan efektif lainnya.
Nah selesai deh! Itu adalah beberapa ulasan tentang buku ini, semoga bermanfaat untuk kalian yang membaca.
Buku ini sangat cocok untuk kita yang masih menyepelekan hidup.
Mari kita sama sama ubah hidup kita dari yang belum baik menjadi lebih baik.
Terimakasih, Gomawoyeo Chinggu!